
REPORTASE PENDIDIKAN — UPTD SPF SD Inpres Nipa-Nipa kecamatan Manggala kota Makassar terus konsisten dalam menjalankan inovasi “Tiket Hijau” yang telah diluncurkan pada tahun 2025 yang lalu.
Tiket Hijau merupakan sebuah gerakan memilah sampah sebelum siswa pulang ke rumah. Inovasi ini telah berjalan selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 2025 hingga 2026.
Diketahui, inovasi “Tiket Hijau” lahir di tahun 2025 dari komunitas belajar di sekolah dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik. Semua guru bekerja sama dan terlibat aktif dalam merancang, menerapkan, serta membimbing siswa dalam pelaksanaan inovasi ini.
Konsepnya sederhana namun bermakna. Setiap hari sebelum jam pulang sekolah tiba, seluruh siswa diajak memilah sampah yang dihasilkan selama berada di sekolah ke dalam tiga kelompok: sampah organik, sampah anorganik, dan sampah berbahaya. Setelah pemilahan dilakukan dengan benar, siswa mendapatkan “Tiket Hijau” sebagai tanda izin pulang.
Irmawati, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah berharap kebiasaan ini dapat terus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, membiasakan siswa hidup bersih dan tertib, serta membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Selama dua tahun berjalan, inovasi ini bukan sekadar aturan, melainkan telah tumbuh menjadi budaya positif di sekolah. Siswa kini semakin sadar akan sampah yang mereka hasilkan dan bertanggung jawab atas kebersihan bersama.
“Semua guru berperan aktif. Inovasi ini adalah hasil kerja sama seluruh warga sekolah, bukan program satu orang saja. Kami ingin siswa pulang bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga kebiasaan baik dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” ungkap Irmawati.
Semangat inovasi “Tiket Hijau” ini diharapkan terus terjaga dan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut peduli lingkungan.
