
REPORTASE PENDIDIKAN — UPTD SPF SD Negeri Paccinang I kecamatan Panakukang kota Makassar melaksanakan kegiatan Pembentukan Tim Inovasi sekaligus penyusunan konsep inovasi sekolah yang diberi nama “MLM TERATAI” — Membudayakan Literasi Membaca Melalui Budaya Terpadu Berantai, kamis 20 Agustus 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Dr. Sunarti Suwadi, S.Pd., M.Pd., dan menjadi langkah strategis sekolah dalam mengatasi tantangan rendahnya minat baca di lingkungan sekolah.
Dr. Sunarti mengungkapkan, keterampilan literasi merupakan fondasi utama kompetensi Abad 21. Di era disrupsi informasi, literasi bukan sekadar kemampuan membaca teks, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Namun, rendahnya minat baca anak-anak Indonesia masih menjadi tantangan besar yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa. Tantangan terbesarnya seringkali terletak pada implementasi di lapangan yang belum berjalan optimal.
Kondisi serupa juga terjadi di SD Negeri Paccinang I. Selama ini, siswa umumnya hanya membaca ketika diberi tugas oleh guru, sehingga membaca dianggap sebagai beban, bukan kebutuhan. Belum tercipta ekosistem membaca yang menyenangkan, menular, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Menyikapi permasalahan tersebut, kami beserta seluruh warga sekolah menghadirkan terobosan strategis untuk menggeser paradigma “kewajiban membaca” menjadi sebuah “tren membaca” yang tumbuh dari kesadaran siswa sendiri.
“Kami ingin anak-anak mencintai membaca karena mereka mau, bukan karena mereka disuruh,” ujar Dr. Sunarti Suwadi, S.Pd., M.Pd.
Dr. Sunarti juga menjelaskan, Inovasi MLM TERATAI hadir sebagai solusi taktis yang mengadaptasi prinsip penyebaran berantai layaknya sistem jaringan bertingkat.
Melalui konsep ini, kegiatan membaca diubah menjadi kegiatan sosial yang menular, memanfaatkan pengaruh positif teman sebaya. Siswa secara sukarela mengajak temannya untuk ikut membaca, tanpa merasa dipaksa oleh guru. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat budaya membaca yang terbentuk — seperti kelopak bunga teratai yang mekar satu demi satu, saling menguatkan dan memperindah keseluruhan taman.
Dengan terbentuknya tim inovasi dan tersusunnya konsep ini, Dr. Sunarti berharap budaya literasi di SD Negeri Paccinang I dapat tumbuh secara alami, menyenangkan, dan berkelanjutan.
Membaca tidak lagi menjadi kewajiban, melainkan kebiasaan yang dibanggakan dan ditularkan dari satu siswa ke siswa lainnya. Langkah kecil ini diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi peningkatan kemampuan literasi siswa di masa mendatang.
